BRANDING DENGAN KONTEN VIDEO LIFESTYLE

Pernakah Anda melihat sebuah video keren dari sebuah brand tapi terlihat sama sekali tidak jualan? Pasti pernah, dong. Itu namanya branding. Kebanyakan konten video yang mereka buat berjenis lifestyle atau bertemakan gaya hidup. Biasanya sih minim jualan. Banyak kok contohnya di Youtube atau pun platform social media lainnya. Kenapa brand mau susah-susah branding dengan bikin konten video seperti itu tapi tidak jualan? Apa nggak rugi tuh?

Baiklah, kita bahas dulu alasan beberapa brand tersebut memakai konten video lifestyle. Sekarang, kebanyakan konsumen sudah bosan dengan ‘traditional ads’, yang isinya melulu jualan, nyuruh beli ini beli itu, seakan-akan hanya brand itu yang paling bagus dan harus mereka konsumsi. Mereka sudah bosan disuruh-suruh. Tapi mereka, para konsumen ini, ingin dihibur dengan konten video yang menyenangkan mereka, konten video yang menginspirasi mereka.

branding

Brand-brand tersebut kemudian menganalisis bagaimana caranya mendapatkan loyalitas dan conversion yang lebih baik dari konten video yang sekedar menawarkan penjualan produk. Mereka kemudian branding dengan menggunakan konten video lifestyle. Brand-brand ini tidak sekedar menawarkan produk, tapi juga menawarkan lifestyle yang menginspirasi para konsumen sehingga mendapatkan loyalitas  di sekaligus menggandakan penjualan.

Sebelum Anda membuat konten video lifestyle, definisikan dulu brand personality dulu. Kira-kira, brand Anda ingin diasosiasikan orang atau kepribadian seperti siapa? Seperti seorang lelaki yang disukai banyak perempuan? Atau seperti ibu-ibu yang sayang anaknya? Atau seorang anak muda yang jenius? Atau bagaimana? Definisikan dulu, namun jangan lupa, asosiasi yang dibangun harus sesuai dengan kelebihan produk Anda, sehingga publik bisa dengan cepat mengkoneksikan lifestyle tersebut dengan produk Anda.

Sekarang, mari kita bahas cara branding dengan membuat konten video lifestyle yang menginspirasi konsumen Anda.

BRANDING ITU JANGAN TERLALU JUALAN

Anda mungkin sudah punya website dengan deskripsi perusahaan Anda, deskripsi mendetail produk-produk Anda, bahkan mungkin sebuah online store lengkap dengan katalog dan daftar harga. Semua kelebihan-kelebihan produk sudah ada di sini. Branding di konten video lifestyle tidak memerlukan jualan hard sell macam itu. Sementara, enyahkan dulu cara berpikir branding seperti itu.

Intinya, di konten video lifestyle ini, Anda jangan terlalu hard sale. Kalem saja jualannya. Biar yang hard sale ada di media lain, bukan konten video ini. Tujuan branding  dengan membuat video ini adalah menghibur konsumen sesuai dengan brand personality Anda, sehingga benak konsumen akan menganggap brand Anda menceritakan cerita yang menyenangkan tersebut, dan mereka membalasnya dengan loyalitas ke brand kita.

Gunakan kekuatan konten video untuk membentuk lifestyle yang ideal, dan tunggu saja, penjualan akan datang kalau mereka sepakat dengan message kita di konten video tersebut.

BRANDING ITU SENTUH SISI EMOSI

Sisi emosi adalah unsur yang paling menentukan dalam membentuk keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi sesuatu. Ini sisi yang harus Anda manfaatkan dalam melakukan aktifitas branding. Walaupun Anda memiliki brand yang harus dikelola, Anda juga seorang konsumen, dan mungkin Anda juga merasakan bahwa seringkali kita memutuskan membeli sesuatu dari sisi emosi semata.

Sebuah studi memaparkan bahwa ada 1.400 kampanye periklanan yang mengeksploitasi sisi emosional, ternyata menghasilkan sekitar dua kali lebih baik dibandingkan yang berkampanye hanya mengandalkan sisi rasional semata.

Brand besar Red Bull memanfaatkan sisi emosional untuk membangun brandnya. Konten video dari brand ini sangat lifestyle. Konten video yang cukup menginspirasi adalah RedBull Gives You Wings yang diupload di Youtube. Brand ini sepertinya ingin mencitrakan diri untuk tidak mudah menyerah untuk meraih semua impian.

Konten video ini memberikan audience feeling dari passion, excitement dan juga harapan bahwa suatu hari auidience juga bisa meraih mimpi seperti para atlit dalam video ini. Tentu saja untuk meraih ini semua membutuhkan kerja keras. Cocok kan, dengan produk mereka yang berupa minuman energy booster.

Sekali lagi, pikirkan asosiasi macam apa yang akan Anda tempelkan ke brand Anda. Pilih yang positif, unik, sesuai produk dan disetujui oleh target market Anda. Lalu buat konten video lifestyle untuk menempelkan asosiasi tersebut. Tapi sekali lagi, konten video yang Anda produksi jangan terlalu jualan ya, fokus ke pembentukan asosiasi.

BIKIN KOMUNITAS, KENAPA TIDAK?

Orang-orang senang berkumpul, apalagi orang Indonesia, sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Orang berkumpul biasanya karena mempunyai kesamaan, seperti kesamaan tempat tinggal, kesamaan budaya, kesamaan pandangan politik, dan juga kesamaan hobi atau ketertarikan terhadap sesuatu. Pokoknya, mereka punya kesamaan.

Ketika seseorang mempunyai hobi fotografi misalnya, biasanya akan sangat senang jika ngobrol dengan orang yang mempunyai hobi yang sama. Obrolannya jadi nyambung. Itulah yang mereka suka. Pada akhirnya mereka akan membuat komunitas seperti komunitas pecinta ikan arwana, komunitas mobil ceper, komunitas fotografi dan sebagainya.

Baca Juga : FILM DRAMA UNTUK MENCERITAKAN PERUSAHAAN

Nah, bagaimana memanfaatkan untuk bisnis? Ya simpel sebenarnya. Cari hal yang kira-kira menjadi hobi atau kesukaan target market Anda. Kalau sudah ketemu, bikin komunitasnya. Misalkan, jika target market Anda adalah anak muda urban, dan ternyata riset Anda mengatakan mereka lagi menyukai sneakers (sepatu), ya bikinlah komunitas pecinta sneakers dan konten video yang isinya tentang sneakers secara reguler.

Intinya, asosiasikan brand Anda dengan pecinta sneakers. Tujuannya adalah para pecinta sneakers ini merasa ter-connected dengan brand Anda, dan akhirnya loyal dengan brand Anda.

LUPAKAN CALL TO ACTION

Kalau Anda ingin membuat sebuah konten video lifestyle yang bagus, ini menjadi sesuatu yang esensial. Lupakan call to action. Lupakan sejenak cara jualan hard sell. Kalem aja. Jualan mah tetap, tapi gayanya soft sell, bukan hard sell.

Ingat, dari awal kita membuat konten video ini untuk menghibur target market. Bagaimana mereka akan merasa terhibur dan tergerak secara emosional jika sedikit-sedikit ‘belilah ini’ atau ‘ayo buruan beli’. Jelas itu sangat tidak menghibur dan penonton dengan segera meninggalkan konten video dengan hati dongkol.

Mungkin intuisi pengusaha akan bilang, kok kayaknya bikin konten video lifestyle tidak produktif ya? Ya, itu layer pertama dari logika pebisnis. Tapi coba pikir lebih mendalam sekali lagi. Jika dibandingkan video pesaing, Anda membuat sebuah konten video lifestyle yang terlihat lebih berbeda, lebih menonjol dibandingakan pesaing, lebih engagement, lebih melibatkan emosi target audience, lebih menarik perhatian dan banyak kelebihan lainnya. Dan yang paling penting, lifestyle audience bisa Anda bentu sendiri. Resultnya, loyalitas konsumen yang akan susah direbut pesaing Anda.

Konten video lifestyle Anda akan membuat audience Anda merasa terlibat dan ketika mereka sudah siap untuk melakukan suatu pembelian, mereka sudah tahu brand mana yang akan mereka beli. Ibaratnya, mereka sudah memutuskan brand apa yang akan dibeli jauh sebelum mereka siap melakukan pembelian.

Konten video lifestyle ini bagian dari strategi branding lifestyle yang biasanya adalah bagian dari long-term content strategy. Usahakan Anda mengupload video secara reguler sehingga brand Anda akan selalu menjadi top of mind dan audience melihat bahwa bran Anda sangat relevan dengan kehidupan keseharian mereka.

Jika Anda ingin branding dengan membuat konten video lifestyle secara profesional, hubungi NUPIX di hello@nupix.id atau WA/Telp di 08179897961 (Faiz). Untuk informasi lebih jauh tentang NUPIX, silahkan klik di sini.

Silahkan share artikel ini jika bermanfaat…

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Marhan F. Faiz

Marhan F. Faiz

Copywriter/Co-Founder NUPIX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *