TAHAPAN PRODUKSI VIDEO

Kita semua sepakat, dalam menjalankan bisnis sebuah perusahaan seringkali memerlukan sebuah video. Bisa video company profile, TVC, video explainer atau mungkin video presentasi. Tulisan ini akan membahas tahapan dalam produksi video yang harus diketahui oleh perusahaan. Tahapan produksi video ini harus diketahui perusahaan yang ingin membuat sebuah video. Walaupun pekerjaan produksi akan diserahkan ke pihak lain yang lebih profesional, tidak ada salahnya perusahaan mengetahui tahapan produksi video ini karena ini akan berguna dalam membuat planning yang skala yang lebih besar.

Tulisan ini saya susun berdasarkan pengalaman panjang saya dan tim dalam memproduksi berbagai video bersama klien-klien saya. Sebenarnya tahapan-tahapan ini sangat fleksibel dan tidak kaku, tergantung dengan kondisi yang ada. Tahapan yang saya tulis adalah kondisi idealnya, namun kadang karena deadline yang terlalu mepet (atau juga kendala lain seperti bujet dan sebagainya), maka terpaksa ada beberapa tahapan yang dipangkas, dan biasanya saya usahakan untuk tidak mengurangi kualitas. Kalaupun terpaksa berkurang, ya jangan sampai terlalu banyak.

Baca juga : VIDEO : Format Impian Para Marketers Milenial

Sebelum kita membahas panjang lebar, tulisan ini saya tulis dengan asumsi tidak agency yang sudah membuat konsep kreatif atau bahkan sampai storyboard. Jadi tulisan tahapan produksi video ini dimulai dari scratch, dari sangat awal sekali. Tulisan ini juga hanya membahas tahapan produksi video ‘live in’ atau shooting, bukan video animasi. Karena video animasi memiliki tahapan produksi video yang sedikit berbeda. Tunggu saja di blog ini, artikel tahapan produksi video animasi akan menyusul.

Ada tiga tahapan besar dalam produksi video, yaitu : Pra Produksi, Produksi, Pasca Produksi. Baiklah, kita langsung bahas ya.

Tahapan produksi video 1

TAHAPAN PRODUKSI VIDEO : PRA PRODUKSI

Ini adalah awal dalam tahapan produksi video yang sangat penting dan biasanya prosesnya cukup panjang. Ini adalah tahap persiapan dalam produksi. Ini sangat penting sekali. Tanpa persiapan yang matang, mustahil sebuah produksi video akan sukses dan biasanya result videonya juga tidak terlalu bagus. Kita bahas apa saja tahapan produksi video dalam Pra Produksi.

BRIEF DARI KLIEN

Ini adalah awalnya, sebuah brief dari klien. Apa yang mau dibuat oleh klien? Video company profile atau jenis video yang lain? Ada banyak jenisnya. Apa saja yang diperbolehkan dan apa saja yang tidak diperbolehkan (do and dont’s) dan sebagainya. Idealnya, brief disampaikan dalam sebuah meeting sehingga kami sebagai tim produksi bisa leluasa berdiskusi dan membahas lebih jauh.

Seringkali saya dan tim menemukan ide brilian jika mendapatkan brief yang komplit, menyeluruh dan juga komprehensif. Sebisa mungkin dari meeting tersebut, kami dan klien sudah mensepakati ‘message’ yang harus disampaikan dalam video ini. Jika sudah disepakati, tinggal memikirkan bagaimana cara membungkus ‘message’ tersebut dalam sebuah video yang menarik. Dan klien tak perlu pusing, biarkan kami para profesional yang akan memikirkan hal ini. Beri kami waktu dan kami akan mempresentasikan ide-ide kreatif kami untuk membungkus ‘message’ tersebut.

Dalam meeting ini, idealnya perusahaan klien sudah bisa memberi informasi tentang bujet produksi yang dimiliki. Menurut pengalaman, ini akan menghemat waktu karena kami bisa fokus ke skala produksinya.

CREATIVE PROCESS

Setelah mendapatkan brief, kita melangkah dalam tahap berikut. Saya dan tim kreatif akan melakukan riset sambil mulai memikirkan berbagai idea. Biasanya itu dilakukan secara individual dari semua anggota tim. Hingga kemudian kita berkumpul untuk melakukan brainstorming. Di sesi ini, kami mempresentasikan masing-masing ide dan kemudian saling memberikan pendapat sekaligus kritik. Akhirnya akan muncul ide-ide terbaik yang sesuai dengan brief. Jika belum cukup kuat dan bagus, maka proses kreatif ini akan diulang lagi hingga menemukan sebuah ide yang brilian.

Setelah menemukan beberapa ide yang layak, kami kemudian akan membuat materi presentasi yang dilengkapi berbagai berbagai referensi, mulai gambar, foto hingga video, agar mempermudah klien menangkap ide kami.

PRESENTASI

Setelah materi presentasi siap, kami akan mempresentasikan ide kami ke klien. Jika klien setuju dengan ide kami, maka kita akan beralih ke tahapan selanjutnya. Namun jika klien belum setuju, maka akan dilakukan revisi.

Setelah presentasi, biasanya biaya produksi sudah mulai terlihat jumlahnya. Jika bujet produksi ini juga sudah disetujui, maka bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Namun jika tidak, mungkin harus ada penyesuaian konsep ide kreatif agar bujet cukup untuk memproduksi video ini.

Dalam tahap ini, diskusi intensif biasanya akan terjadi antara kami dan klien.

PRE PRODUCTION MEETING ATAU PPM

Sebelum melangkah ke tahapan Produksi, kita akan melewati satu proses persiapan produksi. Ketika konsep sudah disetujui, maka tim kami mulai bekerja mempersiapkan produksi atau shooting. Kami mulai bergerak mencari lokasi shooting, mencari art properties yang akan digunakan untuk shooting, menyiapkan wardrobe hingga mencari talent atau pemeran. Semua ini akan kami presentasikan di sebuah PPM atau Pre Production Meeting.

Kalau memungkinkan, biasanya terkendala dengan ketatnya deadline, PPM diadakan dalam dua sesi. Tapi jika deadline terlalu mepet, kita hanya melakukan satu kali PPM saja. Dalam PPM ini kami mempresentasikan lokasi shooting, equipment shooting, art properties, wardrobe (baju talent) hingga talent yang akan kita shooting.

Jika klien sudah setuju, kita akan beralih ke tahapan selanjutnya. Kami kemudian mempersiapkan semua properties, wardrobe, talent, ijin lokasi dan semua hal hingga shooting day yang telah disepakati sebelumnya. Kita punya pendapat, video yang berkualitas pasti mempersiapkan dengan baik sejak sebelum shooting day. Dan itulah yang selalu kami lakukan.

Mari kita lanjutkan dalam tahapan produksi video selanjutnya.

Tahapan Produksi Video 2

TAHAPAN PRODUKSI VIDEO : SHOOTING DAY

Ini adalah tahap eksekusi ide setelah melewati penggodokan ide dalam tahapan panjang persiapan. Idealnya, pihak klien ada yang ikut dalam tahapan ini, atau dengan kata lain, ikut mendampingi shooting kami. Walaupun ini cukup menghabiskan banyak waktu, tapi kehadiran klien sangat membantu kami karena beberapa hal membutuhkan approval klien, biasanya hal seperti ini muncul karena ada spontanitas yang terjadi di lapangan.

Baca juga : CERITAKAN PERUSAHAANMU DENGAN VIDEO

Ini adalah proses penting yang sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Apalagi jika dilakukan di lokasi yang menantang seperti di gunung, laut atau lokasi ekstrem lainnya. Shooting yang dilakukan dalam berhari-hari, juga menuntut kesabaran dan ketangguhan.

Dalam proses shooting ini biasanya kami akan meminta klien yang menyertai shooting untuk approval setiap frame yang kita buat. Kadang kala klien meminta alternatif dari shot yang kita lakukan. Itu bisa dilakukan jika waktu kita tidak terlalu mepet. Yang harus diingat adalah, semakin banyak shooting day maka biaya produksi akan semakin membengkak.

Setelah selesai shooting, mari kita lanjut dalam tahapan produksi video berikutnya.

Tahapan Produksi Video 3

TAHAPAN PRODUKSI VIDEO : PASKA PRODUKSI

Setelah shooting, bukan berarti kerja sudah selesai. Masih ada lagi satu tahapan besar, yaitu paska produksi. Mari kita bahas satu persatu, ya.

LOADING MATERI SHOOTING

Setelah shooting, semua materi atau data hasil shooting kita transfer ke komputer editing. Ini simpel sebenarnya prosesnya, sederhana saja. Tapi jika kita shooting di banyak tempat dengan banyak kamera, tentu akan banyak memakan waktu.

 OFFLINE EDITING

Setelah semua materi masuk ke komputer, kini saatnya editor mulai memilih take mana saja yang akan dimasukkan dan menyusunnya ke dalam video. Dalam editing, berbagai elemen seperti SUPERS (tulisan), grafis ataupun warna belum dimasukkan. Sedangkan musik dan voice over (suara pembawa acara) sudah dimasukkan tapi masih dalam format demo.

Setelah selesai diedit, klien kemudian diundang untuk offline presentation, memperlihatkan hasil editing offline. Cerita sudah mulai mengalir dalam video tersebut. Klien kemudian mengkomentari dan aproval video offline ini.

RECORDING AUDIO

Ketika klien sudah setuju dengan hasil editing offline, kami mulai me-record audio, mulai dari VO atau voice over, musik (atau beli musik jadi di online setelah disetujui dalam editing offline) dan sebagainya.

EDITING ONLINE

Setelah editing offline disetujui, editor kemudian mulai melengkapi video tersebut dengan berbagai elemen, seperti grafis, SUPERS, serta membetulkan warna yang konsisten, dari satu frame ke frame lainnya. Dalam editing online ini, elemen audio sudah menggunakan yang sebenarnya, artinya semua sudah bukan demo lagi, hanya saja belum dilakukan mixing.

Setelah selesai, kemudian klien diundang kembali untuk online presentation, memperlihatkan hasil editing online. Jika setuju, tinggal satu tahapan akhir saja.

AUDIO MIXING

Setelah klien setuju dengan hasil editing online, sound engineer segera melakukan mixing. Volume yang mungkin masih berantakan dibetulkan, berbagai soun effect yang tenggelamkan dimunculkan, dan berbagai hal teknis lainnya. Dia akan menyiapkan video ini mempunyai sound yang nyaman dan pas untuk didegarkan sekaligus menyatu dengan visualnya. Jika selesai, maka video sudah siap untuk di-release.

Nah, itulah semua proses panjang sebuah video yang dibuat dengan standar profesional. Sekali lagi, tahapan-tahapan ini bersifat fleksibel, tergantung situasi, dan juga tentu saja bujet yang dimiliki klien.

Untuk membuat video untuk perusahaan Anda secara profesional, silahkan Anda menghubungi kami di hello@nupix.id atau telpon ke saya di 08179897961 (Faiz). Dengan senang hati kami akan melayani berbagai pertanyaan Anda.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Marhan F. Faiz

Marhan F. Faiz

Copywriter/Co-Founder NUPIX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *