TUJUAN PEMASARAN YANG HARUS KITA PAHAMI

Apa sih tujuan pemasaran itu? Kalau ngomong tujuan besarnya sih, ya pasti meningkatkan angka penjualan. Nah, artikel ini akan membahas berbagai tujuan pemasaran, yang ternyata gak cuma sekedar menjual saja (secara literal).

tujuan pemasaran

Sebelum kita teruskan, ada baiknya kita satukan pemahaman dulu. Pemasaran itu sebenernya berbagai kegiatan, bukan hanya satu kegiatan saja. Mulai dari bikin produk yang punya keunggulan unik atau USP, menentukan harga yang bersaing, membuat jaringan distribusi yang luas hingga branding. Banyak kan?

Kalau kita memahami pemasaran adalah jualan saja, ya salah. Jualan itu cuma salah satu cara saja. Ada beberapa tujuan lain yang harus kita pahami jika pengen brand kita berkibar, danpada akhirnya akan menaikkan penjualan.

Yuk ah, kita bahas satu persatu.

TUJUAN PEMASARAN ITU MEMAHAMI KONSUMEN DAN PASAR

Kegiatan pemasaran yang dilakukan Anda, sebagai pemilik brand, harus bisa memahami konsumen dan juga kondisi pasar yang dimasukinya. Kedua pemahaman ini penting.

Memahami siapa konsumen Anda akan membuat Anda memahami secara tepat, sebenarnya masalah apa yang dihadapi konsumen. Bagaimana produk Anda mampu membantu konsumen memecahkan masalahnya? Trus, bagaimana karakter konsumen Anda? Para emak-emak milenial? Atau para remaja yang modis? Tentu akan membutuhkan cara pendekatan yang berbeda, kan? Bagaimana mereka bisa Anda dekati jika Anda tidak paham siapa konsumen ini? Kalau Anda paham siapa konsumen Anda, akan ada banyak hal yang bisa Anda eksploitasi untuk kepentingan bisnis Anda.

Bagaimana dengan memahami pasar?

Anda sebagai pemilik brand, juga harus paham kondisi pasar yang Anda masuki. Ibaratnya, kalau Anda mau maju perang, ada baiknya Anda memahami kondisi medan pertempurannya dulu sebelum benar-benar terjun ke perperangan sebenarnya.

BACA JUGA : Video Content : Format Impian Marketers Milenial

Pahami bagaimana persaingannya, siapa saja kompetitor Anda, bagaimana karakter kompetitor Anda, apa saja yang sudah dilakukan para kompetitor, dan sebagainya. Kalau Anda paham, Anda tentu bisa menyusun strategi pemasaran lebih tepat. Tidak ngasal dan hanya meniru orang lain saja.

Jika Anda sudah memahami konsumen dan pasar, pada akhirnya tujuan pemasaran untuk meningkatkan penjualan akan lebih mudah dilakukan. Jadi pahami dulu konsumen dan pasar. Kalau perlu sisihkan bujet untuk melakukan riset daripada boncos.

TUJUAN PEMASARAN ITU MEMBUAT PRODUK YANG DISENANGI KONSUMEN

Kegiatan pemasaran untuk membuat sebuah produk yang disukai konsumen itu sangat krusial. Penting banget malah. Kalau Anda bisa membuat, separuh jalan jualan sukses sudah Anda lakukan. Karenanya, jangan setengah hati untuk melakukan riset produk.

Membangun produk superior tentu saja sangat berkaitan erat dengan poin sebelumnya. Bagaimana Anda akan membuat produk superior jika Anda gak memahami konsumen dan peta persaingan? Jangan lupa, produk superior itu pasti memiliki Unique Selling yang mampu membantu konsumen, dan tentu saja tidak dimiliki kompetitor.

USP atau Unique Selling Product atau kelebihan unik ini nantinya bisa kita manfaatkan sebagai positioning brand produk. Ini sangat membantu jualan kita nantinya. Makanya jangan sepelekan tahapan membangun sebuah produk yang superior ini.

TUJUAN PEMASARAN ITU MEMBUAT BRAND POPULER

Siapa yang tak ingin brandnya populer? Semua pemilik brand pasti menginginkannya. Brand yang populer dalam istilah dunia pemasaran disebut brand awareness. Biasanya kalau punya brand awareness bagus, penjualan produk lebih tinggi jika dibandingkan produk yang tidak punya brand awareness.

Bagaimana cara kita bangun brand awareness?

BACA JUGA : MEMBUAT KONTEN YOUTUBE : APA YANG HARUS ANDA SIAPKAN?

Ada banyak cara untuk meningkatkan brand awareness. Salah satunya dengan menggunakan TVC yang ditayangkan di TV jika Anda punya bujet besar. Hingga hari ini di Indonesia, menggunakan TVC terbukti lebih cepat mendongkrak brand awareness walaupun dari hari ke hari makin turun efektifitasnya.

Kalau bujet Anda pas-pasan, Anda juga bisa gunakan konten video untuk memborbardir timeline media sosial para netizen Indonesia. Ya masih kalah cepat daripada di TV sih, tapi cara ini makin lama makin efektif. Berbanding terbalik dengan TVC.

TUJUAN PEMASARAN ITU MEMBENTUK BRAND IMAGE

Apa itu brand image? Sederhananya sih pencitraan yang dilakukan brand. Nanti di artikel lain kita bahas apa itu brand image ya. Soalnya panjang dan bertele-tele nantinya. Biar gampang memahaminya, kita bahas contoh saja, bagaimana brand image itu bekerja.

Anda tahu rokok Marlboro kan? Sebagai pemasar rokok seperti Marlboro, kita akan kesulitan jika kita mengeksploitasi kelebihan produk dalam komunikasi kita. Apa mau bilang, ‘wah rokok ini lebih gurih?’ Gak mungkin kan? Apalagi ditambah adanya banyak aturan yang mengekang, bahkan pacakging produk pun tidak bisa kita tampilkan.

Lalu apa yang bisa kita perbuat? Ya udah, kita main brand image saja.

Marlboro kemudian mencitrakan dirinya sebagai cowok koboi yang macho. Keren dan semua pria menginginkan image itu. Brand image sudah terbentuk. Dan tahukah Anda, jualan Marlboro meledak di seluruh dunia. Philip Morris sebagai produsennya menangguk keuntungan yang luar biasa.

Itu juga yang dilakukan oleh Samporna A Mild yang mencitrakan dirinya sebagai anak muda yang rebel. Atau Kecap Bango yang mencitrakan dirinya pewaris kuliner nusantara. Dan masih banyak brand yang serius menggarap brand image. Kapan-kapan kita bahas di artikel lain ya.

TUJUAN PEMASARAN ITU YA PASTI MENINGKATKAN PENJUALAN

Apapun kegiatan pemasaran yang dilakukan, percuma saja jika dilakukan tanpa meningkatkan penjualan. Terserah sih, mau dalam jangka panjang naiknya atau jangka pendek. Masing-masing ada strateginya. Tapi yang jelas, ya harus meningkatkan penjualan.

Ada juga pemilik brand yang tidak meningkatkan penjualan, tapi meningkatkan profit dengan menaikkan harga jual produknya. Bagi saya itu ya sama saja, beda penyebutan saja.

TUJUAN PEMASARAN ITU KEPUASAN KONSUMEN

Ngomong kepuasan konsumen, saya jadi ingat stiker yang tertempel di salah satu rumah makan padang. Stiker itu bilang, “Jika Anda kecewa beritahu kami. Jika Anda puas, beritahu teman Anda.” Ya, kalau puas beritahu teman Anda. Itu disebut word of mouth.

Saya tidak akan panjang lebar bahas word of mouth panjang lebar di artikel ini. Sekilas saja. Efektifitas WOM ini sudah terbukti dalam meningkatkan penjualan. Produk yang direkomendasikan banyak orang pasti naik dan stabil penjualannya.

Dari mana rekomendasi tersebut? Tentu saja dari konsumen yang puas. Berasa penting kan?

Dari semua tujuan pemasaran di atas, Anda sebagai pemilik brand pasti membutuhkan materi video dan juga materi kreatif lainnya. Anda tak perlu bikin sendiri. Anda bisa hubungi NUPIX untuk ngobrolin ini semua. Hubungi 08179897961 (Faiz) atau email ke faiz@nupix.id. Anda juga bisa lihat profil NUPIX di sini.

Share artikel ini jika dianggap bermanfaat.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Marhan F. Faiz

Marhan F. Faiz

Copywriter/Co-Founder NUPIX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *